my short story
Minggu, 02 Oktober 2016
dikala 2 cinta
sampai kau datang kedalam hidupku aku tahu mungkin kamu sedang mencari sosok perempuan yang kamu inginkan dan aku telah beruntung menjadi salah satu apa yang kamu inginkan. tapi sayang, kamu datang diwaktu yang salah..
ingin hati bersamamu, tapi kenyataan tidak semudah itu mengerti keinginan hati..
awalnya aku hanya menganggapmu sahabat dan tempat meluapkan curahan hati. tapi ternyata kamu menganggap itu lebih, padahal aku juga berusaha menutupi apa yang aku rasakan. perhatian - perhatian kecil muncul begitu saja dari sikap dan bicaramu. bagaimana aku (sebagai perempuan) tidak luluh dengan semua tindakan mu. kaulah laki-laki yang sangat mengertiku (mungkin karna kita sudah bersahabat 8 tahun!)
itu yang membuat ku sangat gusar, antara memilihmu atau tetap bertahan dengan cinta ku yang dulu. aku tak tau apa yang harusnya kulakukan. melepaskan salah satu diantara mereka pun aku tak sanggup. cinta yang selama aku jalani pun tidak semulus yang aku bayangkan, banyak kendala yang menghampiri hubungan ku ini, masalah orang tua hingga masalah tiap personal. yang mulai dari tidak direstui hingga direstui dan masalah sepele yang terjadi diantara kita berdua. aku yang masih egois dan dia sudah cukup sabar. aku yang seenaknya sendiri tapi dia juga penyabar.
aku bingung mau melepas yang mana, karna menurut ku saat ini aku sangat membutuhkan mereka..
Rabu, 09 Desember 2015
Jembatan ilusi
Entah aku yang bodoh atau dunia ini yang tidak mengajarkanku tentang bagaimana menjalani sebuah kehidupan, aku tetap berlari kencang menyongsong jurang yang lebar dan dalam di hadapanku. Setelah mencapai tepian, aku berusaha keras untuk membangun dan menciptakan sebuah jembatan ilusi untuk seseorang yang berdiri di seberang sana. Namun, aku tidak tahu apakah dia, yang berada di seberang sana, juga berusaha untuk membangun jembatan yang sama agar kami berdua bertemu dan bisa bersatu.
Dan pada akhirnya aku terlalu lelah untuk melanjutkan membangun jembatan tersebut, karena aku tahu ternyata dia tidak melakukan hal sama demi aku, demi masa depan kami. Jembatan itu, sebuah ilusi yang indah, telah hancur dan terjatuh dikedalaman jurang tak berdasar di hadapanku.
(Adyastuti Fitria - Blurry Night)
Senin, 07 Desember 2015
Untitled
Beberapa hari ini, rasaku padamu perlahan memudar. Entah karna apa. Mungkin perdebatan yang tak kunjung usai? Perjalanan yang kita lalui sangat terjal, sampai-sampai kita selalu mempertaruhkan hubungan yang sudah terjalin selama bertahun-tahun. Tidak hanya memudar, aku sudah merasa bosan padamu yang selalu menang sendiri, egois, keras kepala dll. Pada awalnya sabarku masih ada. Perlahan sabar ku sudah diujung tanduk. Aku tak tau harus bagaimana, sampai pada waktunya aku mencari kenyamanan pada lelaki lain. Dan dia berada di sekitarku. Dan secara tidak langsung juga aku merasa nyaman dengannya. Aku sangat tidak tau bagaimana perasaannya terhadapku saat ini. Yang aku tau, aku mulai tertarik dengan nya.
Mungkin aku dan dia sama sama mencari pelarian dari hubungan kami yang tidak menemui titik terang. Aku yang lelah dengan pasanganku dan dia yang sedang move on dari pasangan yang berbeda agama. Dan jika aku menjalin hubungan dengannya, itu tidak akan lama. Selain itu, aku juga menyadari bahwa aku dan dia tidak akan bisa bersama. Bukan karna agama, mungkin dari sifat masing2.
Rasa sakit itu ada, hanya bagaimana kita menyingkapi nya saja :)
Kamu
Kamu. Adalah lelaki yang memuja ku pertama kali saat melihat ku.
Kamu. Adalah lelaki yang membingkaikan kata-kata manis untukku.
Tapi, pada kenyataannya itu hanya ungkapan sesaat. Ungkapan yang tak akan menjadi kenyataan. Karna, aku masih ada pemiliknya.
Sedangkan kamu? Tidak ada
Dan kamu melampiaskan rasa itu kepada wanita yang notabene tidak akan bisa bersamamu.
Kamu telah menjalani hubungan yang salah dengan wanita itu.
Kenapa kamu tetap mempertahankan hubungan itu?
Kenapa tidak menunggu ku? Atau memang kamu tidak benar benar memujaku?
Oh Tuhan, apakah ini ujian untukku? Aku dan Kamu sedang dalam posisi yang salah.
Tapi, nyaman itu datang ketika kamu berada disamping ku😂
Kali ini aku tidak akan berkata apa apa lqgi dan tidak berbuat apa apa lagi. Karna aku pasrah dengan rasa ini. Biarkan aku dan Tuhan yang tau perasaan ini. Semoga aku dan Tuhan bisa menyelesaikan ini
Rabu, 02 Desember 2015
Entah
Benerapa hari ini aku hanya ingin sendiri menangis sepuasnya meluapkan semua. Iya semua perasaan resah, dilema, marah, malu, sedih yang sudah lama aku pendam. Mungkin aku sudah terlalu lelah menghadapi kenyataan yang tidak seperti ekspektasiku. Aku harus bagaimana? Aku ingin maju tp ada sesuatu yang membuatku berat untuk melangkah, aku ingin tetap tinggal itu berarti aku harus menghadapi kenyataan kenyataan yang sebenarnya tidak di inginkan oleh hatiku. Aku harus melawannya setiap hari, ku buat seolah olah aku baik baik saja.
Padahal dalam hati aku meraung, ada banyak pertanyaan bergejolak yang ingin aku tanyakan padamu, iya kamu. "Kamu" yang membuat hari hariku cerah dan seketika mendung dalam waktu bersamaan. Tapi aku bingung mulutku selalu terkunci mana kala aku melihat sosokmu ada di sebelahku bersamaku. Mungkin aku terpana akan pesonamu atau aku hanya tidak sanggup untuk mengatakannya karna aku terlalu takut melihat reaksimu, takut mendengar jawabanmu, takut kamu tak akan mempedulikanku lagi karna mendengar pertanyaan pertanyaan bodohku.
Lalu aku harus bagaimana agar kamu tau? Aku tidak punya keberanian dan aku selalu terjebak dalam ketakutan ketakutan yg aku ciptakan sendiri.
"Kamu" bilang sayang aku, tapi kenapa kamu tidak merasa, aku tidak boleh mengatakan kamu tidak peka karena dirimu sangat peka. Kamu selalu meluangkan waktu untukku walau hanya sekedar makan berdua, menemuiku selesai mengerjakan tugas meskipun itu sangat larut malam hanya karna aku rindu, mencariku ketika aku gak ada kabar, menghiburku ketika aku ngambek, nurutin apa mauku yang sebenarnya kamu gak suka.Ah kenapa kamu menjadi sosok yang aku idamkan?
Lalu dalam waktu bersamaan, seketika kamu berubah jadi sosok yang tidak kusuka. Seenakmu sendiri dan gak mempedulikan bagaimana perasaanku. Hmmm sudahlah tidak perlu kutuliskan sisi lain dari dirimu yang tak kusukai. Atau aku saja yang kurang mengerti kamu dan kurang bersyukur dengan kehadiranmu di hari hariku?
Entah.... aku tidak tau
Kamu membuatku terombang ambing (mas!) dengan sejuta pertanyaan yang menggelitik, yang gak tau kapan harus aku tanyakan.
aku hanya punya kesabaran dan ketulusan, yang aku persembahkan padamu untuk mewakili semua perasaanku terhadapku. Hanya itu (mas!)
Selasa, 01 Desember 2015
Because a broken heart is what changes people
"Walaupun setiap hubungan akan berakhir, entah berakhir bahagia atau pahit. Jangan pernah menyesal.
Karena semuanya tidak bisa diulang dan diperbaiki di masa lalu.
Setidaknya kamu pernah mencintai dengan tulus walau tidak berakhir mulus.
Setidaknya pernah berusaha walaupun disepelekan
Setidaknya paham tentang komitmen bersama untuk saling bertahan dalam kondisi sulit
Setidaknya setia pada suatu pilihan dengan segala pertanggungjawaban, entah meninggalkan atau memilih bertahan
Hingga akhirnya suatu hari sadar mungkin kamu memang pantas untuk dapat yang lebih baik, entah orang yang lebih baik atau cerita yang lebih baik
Bukan yang sempurna, karena ketika kamu mencari yang sempurna kamu akan kehilangan yang terbaik
Dan mungkin suatu saat, entah kapan, ada bagian yang sadar bahwa ada yang telah merasa kehilangan
Baiknya, jadilah orang yang berkualitas, yang bisa memberi arti dalam suatu hubungan yang mampu memberi kenangan, yang mampu bangkit ketika harus jatuh berkali-kali, yang mampu memaafkan secara perlahan atau bahkan yang dengan ikhlas memberikan kesempatan kedua (jika ditakdirkan)
Bukan hanya yang memberi atau meninggalkan luka pahit, serta berfikir ini cuma "cinta monyet" , atau cuma permainan yang ga perlu dibawa serius. Kamu yakin?
Karena kita tidak tahu setelah kamu menyakitinya, apakah setelah semua yang terjadi dia masih orang yang sama.
Because a broken heart is what changes people."